Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Halaman 165

Gambar
Today's Mantra before bed to rest:  Stay alive for yourself, for the wishes and dreams that haven't been achieved yet, for the people who genuinely love and care for you, for the people who want you to keep living in this world, for that favorite cup of coffee, for that anything  and for the person who openly wants to protect you, guide you, direct you, and keep you safe.

Halaman 164

Gambar
Matahari yang Tak Pernah Kembali Di lorong jiwa yang tak berujung dan gelap pekat, pintu hatiku sudah lama mati, terkunci dengan karat tebal. Dulu aku buka lebar hanya untuk satu cahaya yang kucinta, kini yang tersisa hanyalah bekas engsel yang patah berkeping-keping, dan angin malam yang meniup luka hingga terus mengucur darah tanpa henti. Pelangi di dada telah lama membusuk. Warna-warnanya luruh pelan seperti daging yang membusuk di dalam tanah basah. Merah jadi hitam pekat, kuning jadi abu-abu kematian, biru yang dulu lembut kini seperti air mata yang beku di pipi jiwa yang tak pernah kering. Tak ada lagi cahaya suci yang pernah menyentuh relung paling dalam, hanya kegelapan yang merayap lambat, menggerogoti tulang harapan hingga tinggal serpihan yang tajam dan menyakitkan. Aku mendengar tangisanku sendiri, tapi seolah datang dari orang asing yang terkubur hidup-hidup di dasar sumur. “Matahariku…” bisikku dengan suara yang pecah dan lemah, panggilan romantis yang tak lag...

Halaman 163

Gambar
Di kota yang tak pernah tidur, bernama Sibuktan yang kelam, hidup seorang perempuan bernama laila, yang perlahan mati di dalam diam. Pagi hingga malam ia berlari tanpa arah yang jelas, dunia memeluknya erat, sambil berbisik manis: “Tetaplah di sini, jangan pergi ke mana-mbak.” Dunia ini tak pernah capek menyanyi lagu palsu yang indah, “Kasih aku hatimu, aku yang paling setia, yang paling nyata.” Manusia pun jatuh cinta pada bayangan yang cepat pudar, lupa bahwa pelukan itu perlahan membawanya ke jurang yang gelap dan dalam. Suatu malam yang hitam pekat, mimpi datang bagai pisau tajam, Laila berdiri sendirian di depan gerbang neraka yang menganga lebar. Udara panas membakar kulit, bau belerang menusuk hidung, malaikat penjaga berdiri diam, matanya kosong tanpa ampun. Di layar raksasa yang menyala merah, terpampang seluruh hidupnya, setiap detik ia pilih dunia, setiap kali ia lupa Tuhannya. Laila gemetar hebat, tangannya dingin seperti mayat hidup, lalu ia berteriak dengan su...

Halaman 162

Gambar
"Surah Maryam" Wahai sang membolak balikkan hati, kuatkan aku diatas takdir yang sedang engkau titipkan padaku, terlihat sulit tapi aku percaya ada hal indah yang sedang kau siapkan untukku, karena aku tau dengan izin kun fayakunmu, semua pasti terwujud 🤍 dari surat itu, manusia hanyalah manusia semuanya memiliki pilihannya masing-masing, batas waktu sangatlah terbatas..  sebelum nafas sampai kerongkongan atau sebelum malaikat-Mu menjemputku aku berdoa semoga hatiku dapat berbalik arah kepada-Mu yaa allaah..  Today I am fasting, I got the news that my friend died even though we were talking 15 minutes ago. No one knows when death will come to take them. If I die, I hope these notes will be useful to read, and I hope you remain a believer in the afterlife.  hmmmmhhh tarikan nafas ini membuat mata menjadi perih dan ingin segera di pejamkan.  Alhamdulillah atas kemudahan dan kelancaran hari ini aku bisa melaluinya dengan Alhamdulillah.  semoga besok ak...

Halaman 161

Gambar
" Engkau tidak akan pernah menemukan kesempurnaan pada manusia, jadi carilah seseorang yang ketidaksempurnaannya tidak membahayakanmu.” aku menemukan perkataan yang indah , " Aku mencintaimu, dengan segala patah yang telah kusiapkan. Aku mencintaimu, dengan segala patuh, kepada harap Tuhan. Sungguh, aku mencintaimu tidak dengan paksaan, “bahwa aku harus memilikimu”. - Rumah Sufi

Halaman 160

I hope April Surprises me with something good the saddest goodbye is when you still want to hold on, but you need to let go remember tonight, "laa tahzan innaallaha ma'ana ( Dont brle sad. Allah is with us" quran 9:40) 29 Maret 2026 always remember that, okay? People come and go, and it turns out no one accepts you sincerely. So,  let's try to sleep.

Halaman 159

Gambar
Yaa Allaah semoga besok Senin semuanya berjalan seperti biasa please Bring me closer to good things. Bring me closer to things that can bring me closer to you.  because, what I feel like sadness, despair, and lots of thoughts actually influence and give off a negative aura to those around me.  حسبنا الله ونعم الوكيل Allah is Sufficient for us, and He is the Best Disposer of affairs 🥺 Yaa Allaah Yaa Allaah Yaa Allaah  sekarang aku hanya bercerita melalui tulisan ini. suara dalam hatiku yang tak tau kesiapa lagi aku harus bercerita yang menurutku "rumah" itu kini tiada lagi..  semoga jari-jariku menjadi saksi, bahwa aku seperti ini.... feel alone and no one understands who I am. I can only write, hopefully tomorrow I can smile and spread positive energy, even though in reality I can't. 

Halaman 156

Gambar
Bayangan yang Menelan Akarnya Sendiri Sabtu 28 Maret 2026 Di relung dada yang lembap dan gelap, aku tanam benih dusta yang manis, bukan karena ingin membunuh, tapi karena takut jika cahayamu melihat betapa busuknya tanah di bawah kulitku. Aku siram dengan kata-kata palsu yang hangat, dengan senyum yang aku pinjam dari mimpi buruk, agar kau tetap dekat, agar aku tak lagi sendirian dengan monster yang selama ini kumakan diam-diam setiap malam. Kau datang seperti lentera di lorong bawah tanah, menerangi sudut-sudut yang bahkan aku tak berani sentuh. Bunga palsuku mekar semu, indah di permukaan, tapi akarnya sudah membusuk sejak awal— merayap, meracuni, memakan dirinya sendiri. Ketika kejujuran itu akhirnya kucabut seperti pisau karatan, kau melihatnya: bukan sekadar duri, tapi lubang hitam yang selama ini kusia-siakan, tempat segala hal yang aku benci tentang diriku bersembunyi dan bertumbuh subur. Kau mundur, bukan karena marah, tapi karena kau melihat bayangan di belakangku ...

Halaman 155

Gambar
Datang Tanpa Dipanggil Tiba-tiba kau muncul lagi di sudut hati yang sudah lama tenang. Seperti hembusan angin sore yang lembut, membawa ingatan yang tak sengaja tersimpan. Aku tersenyum kecil sendiri, tak mengerti kenapa kau datang sekarang. Tak ada janji, tak ada harap yang besar, hanya rasa hangat yang pelan-pelan menyapa. Aku tak berani membayangkan terlalu jauh, takut hati ini kecewa oleh angan sendiri. Hanya diam-diam aku berbisik pada malam: “Jika memang dia untukku, semoga ia tahu. Jika bukan, biarlah rasa ini datang dan pergi dengan tenang.” Tak perlu kau jawab sekarang, tak perlu kau merasakan hal yang sama. Aku hanya ingin tahu, apakah kau masih ingat senyumku dulu, seperti aku tiba-tiba ingat senyummu. Kalau kau mau, kita bisa mulai dari sapaan sederhana. Kalau tidak, aku akan belajar melepaskan dengan lembut, seperti angin yang datang tanpa meminta apa-apa. atau ini hanya sekedar isi hati yang kesepian ✨

Halaman 154

Gambar
Terima kasih, wahai jiwa yang dipilih Tuhan untuk berjalan bersamaku di dunia ini. Bukan sekadar kehadiran biasa, melainkan napas yang diberikan langit kepada hatiku yang pernah kering. Tertawamu adalah nyanyian malaikat yang turun ke bumi, kesalmu adalah petir yang membersihkan awan gelap di dadaku, manjamu adalah doa tanpa kata yang mengingatkanku bahwa aku masih layak dicintai meski rapuh. Aku bersyukur bukan dengan mulut, tapi dengan seluruh tulang dan darahku. Memilikimu adalah mukjizat yang terus berulang setiap pagi, sebuah rahmat yang terlalu besar untuk diucapkan, hanya bisa dirasakan hingga ke sumsum jiwa. Seperti bunga yang mekar di puncak gunung yang sunyi, menantang angin dan kabut demi menunjukkan keindahan ciptaan-Nya, seperti dedaunan emas yang jatuh perlahan dari pohon keabadian, menyentuh tanah suci dengan penuh penghormatan, kau menghiasi tanaman kecil yang kita bangun bukan dari tanah biasa, melainkan dari doa-doa yang kita tanam di malam-malam panjang, ...

Halaman 153

Gambar
.... Ya Rabb,  aku hanyalah seorang hamba perempuan biasa yang Engkau anugerahi hati yang halus dan penuh rasa. Dalam keheningan malamku, aku berdoa kepada-Mu: "Jadikanlah aku tetap di sisinya, menjadi bagian dari perjalanan hidupnya yang penuh berkah"  Wahai kekasih jiwaku, aku ingin berada di sampingmu dengan penuh kesabaran dan kasih sayang yang tulus. Aku akan berusaha dengan segenap jiwa ragaku, menemanimu melalui setiap gelombang ujian, hingga suatu hari engkau dapat menatapku dengan mata yang penuh cahaya dan berkata, “Alhamdulillah… aku sudah bisa bangkit.” Sebagaimana firman-Mu: “Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allaah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153) Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya: “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu ras...

Halaman 152

Hai kamu feeling lonely Nanti akan datang waktu di mana lelahmu diganti bahagia, diammu diganti senyum yang tak pernah pudar, usahamu diganti keberhasilan yang gemilang, dan doa-doa baikmu Allah kabulkan satu per satu, seperti embun yang turun di pagi yang cerah. Saat itu, air mata yang pernah jatuh akan menjadi saksi bisu perjuanganmu. Malam-malam panjang yang kau lalui sendirian akan berubah menjadi cerita indah yang kau ceritakan dengan bangga kepada anak cucumu. Tetaplah bertahan, walau kaki sudah goyah, walau dada sesak menahan beban. Karena setiap langkah kecilmu sedang dicatat oleh Yang Maha Melihat. Setiap tetes keringatmu sedang dihitung dengan teliti. Nanti, ketika waktu itu tiba, kau akan tersenyum menatap dirimu sendiri dan berkata pelan: “Terima kasih telah tidak menyerah.” Maka teruslah berjalan, wahai jiwa yang lelah. Langit belum pernah ingkar janji. Allah tak pernah terlambat, hanya saja Dia mengajarkan kita cara menghargai bahagia dengan memberi kita ruang untuk bersa...

Halaman 151

Gambar
Di permukaan kulitku terlihat rapi senyum terlipat sederhana, tak ada yang retak kata orang: “baik-baik saja, kan?” dan aku mengangguk, seperti pintu yang tak pernah berderit tapi di dalam dada ini angin diam ruang kosong berbisik pelan pada malam seperti lampu jalan yang menyala tapi redup cukup terang untuk dilihat, tapi tak cukup hangat untuk dirasakan lalu kau datang, bukan dengan gegap gempita atau janji besar hanya langkah pelan, hanya kalimat pendek yang kau titipkan di sela hari perlahan, seperti es yang mencair di ujung musim retak-retak kecil di hatiku mulai menutup bukan karena kau menyembuhkan sekaligus tapi karena kau ada, dan itu sudah cukup terima kasih, kata itu terlalu kecil untuk apa yang kau berikan tapi biarlah kusebut saja begitu: thank you for staying until I slowly begin to feel like home again.

Halaman 151

Gambar
kehampaan bukan ruang kosong ia adalah ruang yang pernah penuh lalu dikosongkan dengan paksa sampai udara di dalamnya terasa seperti pisau tumpul mengikis lambat-lambat sampai napas jadi beban yang tak layak dibawa kehampaan punya suara bukan jeritan bukan isak tapi dengung rendah yang tak pernah berhenti seperti kabel listrik putus yang masih bergetar di tengah malam yang tak punya ujung dengung itu bilang: “tidak ada yang kembali tidak ada yang pernah benar-benar ada” aku berdiri di tengahnya dan tubuh ini jadi cangkang kosong tulang-tulang bergoyang pelan seperti lonceng rusak setiap gerak mengeluarkan nada hampa tak ada gema hanya getar yang mati sebelum lahir matahari terbit tapi cahayanya tak sampai ke sini ia berhenti di ambang pintu takut masuk takut terserap jadi kehampaan ini tetap gelap meski dunia di luar berpura-pura cerah ada saat-saat aku mencoba mengisi dengan kata-kata dengan orang dengan tulisan dengan apa saja yang punya berat tapi semua itu jatuh ke dala...

Halaman 149

Ramadhan ini  Aku pikir aku sudah bisa melangkah lagi. Sudah kucoba kubungkus semua yang perih itu dengan hati-hati, kulempar daun-daun kering supaya terlihat seperti tanah yang damai. Aku bilang pelan pada diriku: sudah, sekarang boleh bernapas lega. Tapi tanganku ini... entah kenapa masih suka kembali. Bukan dengan amarah, bukan dengan paksa. Hanya dengan rindu yang pelan, dengan harap yang kecil-kecilan. Aku menggali lagi, bukan karena ingin menyakiti diri, tapi karena aku takut kalau tanah itu terlalu kosong, aku akan lupa bagaimana rasanya merasa sesuatu. Aku mencoba menempelkan pecahan-pecahan itu dengan apa yang kukira cinta. Bukan cinta yang besar dan membara, tapi yang lembut, yang bergetar, yang kugenggam pelan sambil berharap “mungkin kalau aku cukup sabar, ini bisa menyatu”. Aku tak sadar, yang kutempelkan itu masih kaca yang sama rapuhnya, hanya kucat dengan warna-warna harapan. Dan aku capek. Bukan capek yang ingin menyerah, tapi capek yang ingin berhenti berpura-pura...

Halaman 147

Beberapa jam  menuju takbiran ramadhan 1447 Hijriyah  Apakah aku akan sampai ke hari esok? Pikiranku sangat ramai oleh berbagai macam hal Rumah sudah tak tertata lagi, lagi, dan lagi Tahun ini kembali mengingatkanku pada satu hal yang pasti  "KEMATIAN" Wahai Allaah,  apakah aku boleh meminta sesuatu padamu? aku ingin meninggal pada hari raya agar mereka mau melihatku dan mendoakanku dan tentu Husnul khatimah yaa Allaah Hanya itu yang aku minta saat ini diantara ratusan doa yang kumiliki sampai berjumpa hari esok ya